Falsafah Ekonomi Syariah
Abdul Ghofur - Personal Name
Sebagai cabang ilmu, ekonomi syariah bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan bagi setiap individu yang membawa kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat (falah). Perhatian utama ekonomi syariah adalah pada upaya bagaimana manusia meningkatkan kesejahteraan materialnya yang sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan spiritualnya. Sebab, aspek spiritual harus hadir bersamaan dengan target material, maka diperlukan sarana penopang utama, yakni moralitas pelaku ekonomi.
Mewujudkan kesejahteraan hakiki bagi manusia merupakan dasar sekaligus tujuan utama dari syariat Islam, karenanya juga merupakan tujuan ekonomi syariah. Ekonomi syariah tidak sekedar berorientasi untuk pembangunan fisik-materian dari individu, masyarakat dan negara saja, tetapi juga memperhatikan pembangunan aspek spiritual yang merupakan elemen penting bagi kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Pembangunan keimanan, misalnya, prakondisi yang diperlukan dalam ekonomi syariah dan merupakan fondasi bagi seluruh perilaku individu dan masyarakat.
Manusia memerlukan pemenuhan kebutuhan keimanan yang benar, yang mampu membentuk preferensi, sikap, pengambilan keputusan, dan perilaku masyarakat yang mengarah pada perwujudan mashlahah untuk mencapai falah. Sebaliknya, pembangunan yang hanya mengutamakan kepentingan individu tanpa memperhatikan dimensi sosial akan memunculkan ketidakharmonisan yang akhirnya akan mengganggu proses pembangunan itu sendiri.
Mewujudkan kesejahteraan hakiki bagi manusia merupakan dasar sekaligus tujuan utama dari syariat Islam, karenanya juga merupakan tujuan ekonomi syariah. Ekonomi syariah tidak sekedar berorientasi untuk pembangunan fisik-materian dari individu, masyarakat dan negara saja, tetapi juga memperhatikan pembangunan aspek spiritual yang merupakan elemen penting bagi kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Pembangunan keimanan, misalnya, prakondisi yang diperlukan dalam ekonomi syariah dan merupakan fondasi bagi seluruh perilaku individu dan masyarakat.
Manusia memerlukan pemenuhan kebutuhan keimanan yang benar, yang mampu membentuk preferensi, sikap, pengambilan keputusan, dan perilaku masyarakat yang mengarah pada perwujudan mashlahah untuk mencapai falah. Sebaliknya, pembangunan yang hanya mengutamakan kepentingan individu tanpa memperhatikan dimensi sosial akan memunculkan ketidakharmonisan yang akhirnya akan mengganggu proses pembangunan itu sendiri.
Availability
| B0S0422347 | 297.63 ABD f | My Library | Available |
| B0S838 | 297.63 ABD f | My Library (Koleksi Umum) | Available |
Detail Information
Series Title
-
Call Number
297.63 ABD f
Publisher
Rajawali Pers : Depok., 2020
Collation
x, 216 hlm; 23 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-425-990-7
Classification
297.63
Detail Information
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Ed.1
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
No other version available
