Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
Muhamad - Personal Name
Sejarah pemikiran ekonomi modern diklaim berakar dari pemikiran ekonomi para filsuf Yunani untuk kemudian bangkir kembali di Eropa melalui para pemikir Skolastik. Periode antara pemikir Yunani dan pemikir skolastik yang dilabeli 'blank centuries' dianggap steril dan tak produktif. Kontribusi pemikiran ekonomi Islam dalam modern dihilangkan secara vulgar. Periode panjang antara pemikir Yunani dan pemikir skolastik yang terentang lebih dari 1.000 tahun, dianggap sebagai "missing link" dalam sejarah pemikiran ekonomi.
Mengabaikan kontribusi pemikiran dari peradaban Islam dan Arab yang berjaya selama lebih dari 700 tahun adalah sebuah arogansi intelektual dan ketidakobjektifan yang sangat serius. Mirakhor (1987) menunjukkan bahwa motivasi dan kesempatan yang ada pada ilmuwan Eropa abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh pemikiran dan institusi ekonomi yang dibangun pada masa pertengahan Islam. Ghazanfar (2000) juga menunjukkan kesamaan dan kemiripan antara pemikiran ekonomi dua ilmuwan besar abad pertengahan yang terpisah waktu 200 tahun. Para ilmuwan Barat pun mengakui dan secara eksplisit menyimpulkan bahwa Aquinas sangat menyandarkan diri pada al-Ghazali. Berbagai teori ekonomi permulaan yang dicetuskan ilmuwan Eropa, diduga keras merupakan pencurian dari ilmuwan Muslim-Arab. Ide spesialisasi kerja (division of labour) telah dibahas oleh al-Ghazali dengan menggunakan contoh pabrik jarum, analog dengan Adam Smith yang memakai contoh pabrik peniti hampir 600 tahun kemudian. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sumbangan pemikir Islam dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, adalah suatu hal yang nyata. Untuk itu, buku ini akan membongkar sejarah yang sebenarnya sehingga pembaca tidak memiliki missing link tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam.
Mengabaikan kontribusi pemikiran dari peradaban Islam dan Arab yang berjaya selama lebih dari 700 tahun adalah sebuah arogansi intelektual dan ketidakobjektifan yang sangat serius. Mirakhor (1987) menunjukkan bahwa motivasi dan kesempatan yang ada pada ilmuwan Eropa abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh pemikiran dan institusi ekonomi yang dibangun pada masa pertengahan Islam. Ghazanfar (2000) juga menunjukkan kesamaan dan kemiripan antara pemikiran ekonomi dua ilmuwan besar abad pertengahan yang terpisah waktu 200 tahun. Para ilmuwan Barat pun mengakui dan secara eksplisit menyimpulkan bahwa Aquinas sangat menyandarkan diri pada al-Ghazali. Berbagai teori ekonomi permulaan yang dicetuskan ilmuwan Eropa, diduga keras merupakan pencurian dari ilmuwan Muslim-Arab. Ide spesialisasi kerja (division of labour) telah dibahas oleh al-Ghazali dengan menggunakan contoh pabrik jarum, analog dengan Adam Smith yang memakai contoh pabrik peniti hampir 600 tahun kemudian. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sumbangan pemikir Islam dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, adalah suatu hal yang nyata. Untuk itu, buku ini akan membongkar sejarah yang sebenarnya sehingga pembaca tidak memiliki missing link tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam.
Availability
| B0S891 | 297.63 MUH s | My Library (Koleksi Umum) | Available |
Detail Information
Series Title
-
Call Number
297.63 MUH s
Publisher
UII Press : Yogyakarta., 2019
Collation
xxiv+510 hlm.; 16 x 23 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786026215451
Classification
297.63
Detail Information
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Ed. 1
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
No other version available
